Jangan Marah… Desember 12, 2008
Posted by nitrosoxyde in 1.trackback
Masih terkait dengan tulisan saya yang membahas tentang drama reality show. satu lagi kritik, dalam setiap episode hampir dapat dipastikan ada adegan marah, teriak-teriak. sepertinya dengan marah kita akan terlihat hebat dan keren.
Jika ditimbang dari sudut kemarahan, ternyata orang bisa dikelompokkan dalam empat golongan :
pertama, orang yang lambat marah,dan lambat reda.
kedua, cepat marah dan lambat redanya
ketiga, cepat marah dan cepat reda
keempat, lambat marah dan cepat reda
konon, kebanyakan manusia memiliki sifat yang ketiga cepat marah dan cepat reda. bagaimana dengan kamu?
Potensi kemarahan sebenarnya sudah dimiliki manusia sejak dia lahir. lihat saja bayi yang marah karena kegerahan misalnya. marah merupakan reaksi dari perasaan kesal yang memucak karena menemui hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginan, harapan, atau pandangannya. dalam keadaan marah, biasanya suara seseorang akan meninggi, saraf-sarafnya menegang, bereaksi cepat dengan mengeluarkan hormon adrenalin yang menyebabkan energi berlebihan dan dapat menimbulkan reaksi tiba-tiba. Reaksi ini menyebabkan seseorang mampu mengerjakan sesuatu yang mustahil dilakukannya dalam keadaan normal. sehingga seringkali keputusan yang diambil pada saat marah adalah keputusan yang hanya bersifat emosional.
orang yang dapat menahan dan mengekang perasaan marahnya dan tidak mau melampiaskannya, sebenarnya ia termasuk orang yang kuat. itulah definisi kuat menurut Nabi Muhammad. Rasulullah adalah seorang yang sabar, tenang, dan senyumannya tulus. tidaklah dunia menjadikannya marah dan tidak pula beliau marah karena dunia.
Jika kemarahan orang dihadapi dengan senyuman, niscaya hasilnya akan baik. lebih baik tersenyum daripada marah-marah, karena marah yang tidak terkontrol tidak akan menyelesaikan masalah bahkan menyebabkan masalah bertambah besar. marah pasti menguras tenaga, syaraf-syaraf menegang, dengan begitukemungkinan besar akan menyebabkan kerutan pada muka dengan cepat. jika orang lain kesal, terimalah dengan sikap tenang, jangan reaktif atau buru-buru mengambil sikap. kita tidak bisa memaksa orang lain untuk bersikap sesuai kemauan kita, tetapi kita bisa memaksa diri kita untuk menyikapi orang lain dengan sikap terbaik yang kita miliki.Percayalah…kesabaran itu pasti berbuah manis.
Note : yang nulis, tidak lebih sabar dari yang membaca (masih belajar biar bisa jadi lebih sabar :b)
**belajar sabar juga**
wuh kalo lihat tv itu memang perasaan kita diaduk2 oleh tayangan. sutradara sangat piawai memainkan perasaan penonton. banyak yang sampai mau melempar tv segala karena saking marahnya
ya begini nih Ibu-Ibu…senengannya pada nonton Sinetron dan infotainment, sampai kesibukannya lupa. Kalau lihat acara kayak gitu ya dilogika juga, gak usah dipikirin, biar gak terlibat emosi. easy going saja. Cheers
Urip lak pilihan.Ngopo nonton tv,pdhl isi ne mung pembodohan? Sopo sing salah? Pemilih opo sing dipilih?. Akire dadi budak opini -Kulo btn nate mirsani tv,sugeng tetepangan mawon- Pinarak ten umah kulo
sedangkan jika ditinjau dari pola makan selama marah, ternyata orang bisa dikelompokkan dalam dua golongan:
1. nggak mau makan
2. ngabisken makanan
terus terang aku termasuk golongan yang kedua
njenengan?
hehe…
marah..!!!!!!!!
jarene wong jowo nak sering marah marai cepet tuwekkkk..
sabarrrr buuuu……….
sabar ya…