jump to navigation

Agar anak termotivasi untuk belajar September 29, 2008

Posted by nitrosoxyde in Home.
trackback

“Udah ya Ma, aku udah capek” , mau ke kamar mandi dulu, Ma, aku udah ngantuk atau mungkin alas an-alasan lain yang bisa menghindarkan dia dari “kewajiban belajar” Kata-kata ini sering terlontar dari mulut si kecil ketika kita menemaninya belajar.
Belajar adalah proses perfikir manusia dari tidak tahu menjadi tahu. Cakupannya luas. Tidak hanya menyangkut materi-materi yang diajarkan di sekolah, tetapi juga menjadi tahu mana yang baik dan mana yang buruk. Mengingat begitu pentingnya arti belajar, maka sudah sepantasnya aktivitas yang satu ini perlu mendapat perhatian khusus.

Dari semua metode belajar yang dikemukakan para ahli di dunia pendidikan semuanya bermuara pada satu titik yaitu bagaimana membuat anak termotivasi untuk belajar. hal ini bukanlah perkara mudah,karena manusia adalah individu yang sangat kompleks dengan berbagai problematika di dalam dirinya. Tetapi paling tidak ada beberapa cara yang jitu untuk membangkitkan motivasi belajar anak :
1.Membiasakan anak bermain sambil belajar sedari kecil misalkan dengan permainan berhitung, menggambar, membaca majalah anak-anak yang di dalamnya banyak permainan yang melibatkan aktivitas psikomotorik anak, sehingga otaknya akan terbiasa berfikir dan belajat tanpa tekakan sehingga belajar akan menjadi suatu kebiasaan yang menyenangkan
2.Menawarkan topic apa yang diinginkan si anak untuk dipelajari. Jangan memaksakan anak belajar hal yang tidak menarik hatinya.
3.Berusaha mencari topic yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, selain menarik, hal-hal yang aplikatif cenderung masuk ke dalam memori jangka panjang, dan sekaligus membekali anak untuk dapat memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan nyata yang serupa ataupun mirip.
4.Melakukan eksperimen-eksperimen sederhana, dan anak menganalisis sendiri konsep-konsep yang ada dalam permainan tersebut. Misalnya membuat permainan roket sederhana, roler coaster, sampai simulasi bagaimana gunung meletus dengan bahan-bahan yang sangat sederhana dan mudah didapat.

Akhirnya untuk dapat mengajar, kitapun harus belajar. Guru atau orangtua ibarat dalang yang tidak akan kehabisan peran. Jadi tinggal apakah kita mau terus memperbaiki cara mendidik kita atau tidak…..

Komentar»

1. fathya - Oktober 25, 2008

q s7 dg pa yang di tulis,lain kali gak da salahnya kalau ditampilkan cara belajar yang menyenangkan melalui eksperimen


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: