jump to navigation

Bahaya besar mengancam si kecil! pedulikah kita?? Oktober 6, 2008

Posted by nitrosoxyde in Home.
trackback


Miris rasanya melihat segerombolan anak-anak SD ( mungkin juga anak SMP ), melingkar mengelilingi pedagang tempura, mie, bakso dan es di  sekitar sekolah mereka. Jangan biarkan anak-anak jajan di sembarang tempat, kebersihan dan nutrisi dalam jajanan belum tentu baik dan sehat. Apalagi zat aditif berbahaya, seperti pewarna, pemanis atau pemberi rasa.

Pada penelitian yang dilakukan di Bogor telah ditemukan Salmonella Paratyphi A di 25% – 50% sampel minuman yang dijual di kaki lima. Bakteri ini mungkin berasal dari es batu yang tidak dimasak terlebih dahulu . Selain cemaran mikrobiologis, cemaran kimiawi yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan bahan tambahan pangan (BTP) ilegal seperti borax (pengempal yang mengandung logam berat Boron), formalin (pengawet yang digunakan untuk mayat), rhodamin B ( pewarna merah pada tekstil), dan methanil yellow (pewarna kuning pada tekstil). Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit-penyakit seperti antara lain kanker dan tumor pada organ tubuh manusia. Pengaruh jangka pendek penggunaan BTP ini menimbulkan gelaja-gejala yang sangat umum seperti pusing dan mual. Karenanya Joint Expert Committee on Food Additives (JECFA) dari WHO yang mengatur dan mengevaluasi standar BTP melarang penggunaan bahan kimia tersebut pada makanan. Standar ini juga diadopsi oleh Badan POM dan Departemen Kesehatan RI melalui Peraturan Menkes no. 722/Menkes/Per/IX/1998.
Secara umum penyakit bawaan makanan (foodborne diseases) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang utama di banyak negara. Karena penyakit ini dianggap bukan termasuk penyakit yang serius, maka seringkali kasus-kasusnya kurang terlaporkan. Padahal, gizi buruk dan gangguan pertumbuhan terutama bagi anak-anak adalah dua konsekuensi serius yang dapat ditimbulkan oleh berulangnya episode penyakit ini (5). Diare merupakan gejala umum dari penyakit bawaan makanan yang mudah dikenali. Survei Kesehatan Rumah Tangga tahun 2001 menemukan bahwa diantara 100 000 balita terdapat 75 anak balita yang meninggal tiap tahunnya akibat diare.
Lebih jauh tentang makanan jajanan kaki lima di sekolah, temuan baru di Jakarta Timur mengungkapkan bahwa jenis jajanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak sekolah adalah lontong, otak-otak, tahu goreng, mie bakso dengan saus, ketan uli, es sirop, dan cilok. Berdasarkan uji lab, pada otak-otak dan bakso ditemukan borax, tahu goreng dan mie kuning basah ditemukan formalin, dan es sirop merah positif mengandung rhodamin B. Wawancara dengan PKL menunjukkan bahwa mereka tidak tahu adanya BTP ilegal pada bahan baku jajanan yang mereka jual . Selain itu BTP ilegal menjadi primadona bahan tambahan di jajanan kaki lima karena harganya murah, dapat memberikan penampilan makanan yang menarik (misalnya warnanya sangat cerah sehingga menarik perhatian anak-anak) dan mudah didapat. Lebih jauh lagi, kita ketahui bahwa makanan yang dijajakan oleh PKL umumnya tidak dipersiapkan dengan secara baik dan bersih. Tambahan lagi, kebanyakan PKL mempunyai pengetahuan yang rendah tentang penanganan pangan yang aman, mereka juga kurang mempunyai akses terhadap air bersih serta fasilitas cuci dan buang sampah. Terjadinya penyakit bawaan makanan pada jajanan kaki lima dapat berupa kontaminasi baik dari bahan baku, penjamah makanan yang tidak sehat, atau peralatan yang kurang bersih, juga waktu dan temperatur penyimpanan yang tidak tepat.

Perlunya penyuluhan tentang bahayanya makanan yang di jual pedagang kaki lima  ini kepada anak-anak dan orang rupanya belum terbidik oleh dinas kesehatan, sekolah, guru, bahkan mungkin orang terdekat anak-anak yaitu orang tua. Dinas kesehatan sebenarmya sudah mensosiaisasikan kategori makanan sehat dan tidak sehat dan melakukan beberapa kali sidak, tetapi rupanya tibdakan tersebut belum cukup efektif. Tentunya bisa dibayangkan bagaimana kondisi fisik anak-anak tadi apabila dalam janka waktu lama mengkonsumsi makanan tidak sehat seperti itu. Salah satu cara yang efektif diterapkan yaitu dengan melakukan sosialisasi intensif ke sekolah-sekolah yang ada dengan menyajikannya dalam bentuk yang menarik supaya lebih mengena pada anak-anak seperti halnya yang sudah diterapkan di pembuatan media pembelajaran bagi anak sekolah, Misalnya macromedia flash, dengan menyajikan gambar-gambar yang menarik bagi anak-anak.

Komentar»

1. det - Oktober 6, 2008

betul, memang berbahaya mengonsumsi makanan sembarangan seperti itu. jaman sma dulu saya pernah meneliti kandungan borax pada pentol bakso di sekitar sekolah. dan hasilnya ternyata sangat mengejutkan!

solusinya orang tua mungkin perlu mempersiapkan bekal jajanan yang enak bikinan sendiri. selain anak menjadi lebih sehat juga bisa meningkatkan kualitas hubungan dengan orangtua karena merasa disayangi😉


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: