jump to navigation

Pentingnya memaknai Musibah sebagai Berkah Desember 1, 2008

Posted by nitrosoxyde in Home.
trackback

Jakarta kota metropolitan, dengan segala macam permasalahan ibu kota. Salah satunya adalah Banjir. Bila musim penghujan tiba hampir dapat dipastikan akan ada banjir di sana sini akibat kurangnya kesadaran warganya dalam menjaga lingkungan sekitarnya.
Kisah nyata ini saya dapatkan dari program Balada di Balik nama di transTV. Kampung Kapuk begitulah kampung ini disebut. Sebuah kampung di salah satu sudut kota Jakarta yang tahun lalu terendam banjir. Kampong Kapuk akhirnya menjadi kampung yang kumuh, terdapat tumpukan sampah dimana-mana dan terbentuklah rawa-rawa. Djukri, ketua RW di lingkungan setempat yang notabene seorang lulusan SD berusaha mencari solusi atas permasalah yang terjadi di lingkungannya. Beliau memulainya dengan membersihkan tumpukan sampah dirawa-rawa dan menjadikannya kolam budidaya ikan lele.

Awalnya warga menolak karena mereka menganggap tidak mungkin memelihara ikan Iele di air yang awalnya penuh sampah karena dapat dipastikan lele akan mati. Tapi dengan optimis pak Djukripun melaksanakan programnya itu. Dan terbukti kolam yang semula rawa-rawa itu berhasil untuk memelihara lele. Hasilnya pun sangat menggembirakan untuk satu kola lele yang ditaruh benih lele 100 kg maka panennya menjadi 8 kali lipat dari yang semula. Program pak jukri pun berlanjut pada bercocok tanah di lahan terapung yang banyak terdapat dilingkungan akibat sampah yang menumpuk. Penolakan warga pun kembali terjadi, mereka menganggap bahwa tanaman yang ditanam di atas tumpukan sampah seperti itu tidak terjamin kesehatannya, tapi Beliau tak gentar. Dengan dengan membawa sampel tanaman ke labotarorium, tanaman yang ditanam pak Djukri dinyatakna sehat begitu juga dengan kualitas lelenya. Terakhir dengan membuat sampah yang menumpuk menjadi kompos (pupuk bokasih). Semua berhasil dengan baik. Kini kampong pakuk menjadi kampong yang hijau, tertata rapi, bersih, dan produktif karena Pak Djukri memberdayakan warganya yang mau ikut melakukan program ini. Terbukti program ini mampu menigkatkan pendapatan warga Kampung Kapuk. Bahkan kini sukarelawan yang ikut membantu membangun perpustakaan di sana untuk belajar anak-anak yang kurang mampu.
Sebuah pelajaran berharga dapat dipetik dari kisah ini. Tidak penting memandang musibah itu sebagai sebuah kesulitan justru sebaliknya pandanglah sebuah musibah sebagai pelajaran berharga dan membuka mata kita untuk melihat kesempatan baru yang tak terpikirkan sebelumnya. Be Positive!

Komentar»

1. dtxc - Desember 1, 2008

selalu ada hikmah di balik sebuah peristiwa dan musibah. hanya orang kreatif seperti pak djukri yang mampu menangkap hambatan dan tantangan menjadi peluang dan kekuatanšŸ˜‰

2. arif - Februari 1, 2009

setiap musibah, pasti ada hikmah

3. amel - April 2, 2009

berkah yang di berikan pada setiap musibah yang didapatkan…saya cukup kagum dengan pak juhri…….:)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: