jump to navigation

Drama Reality show…It’s Real??? Desember 6, 2008

Posted by nitrosoxyde in Home.
trackback

11Coba tebak acara apa yang paling nge-trend saat ini?? Yups…anda benar! Drama Reality Show!!!. Mulai dari katakan cinta, termehek-mehek, play boy kabel, mata-mata, orang ketiga, de el el dan kemungkinan besar akan terus bertambah.
Sekarang hampir tiap hari berseliweran acara ber”genre” drama yang di angkat dari cerita yang sebenarnya, pelaku sebenarnya, live, langsung Take(katanya…)!biasanya si peminta bantuan disebut klien yang meminta tolong untuk mencari orang yang ingin dia temui, ingin tahu pacarnya selingkuh ato nggak, menyatakan cinta dan segudang cerita lainnya. Actingnya yahud lho.. Bintang sinetron sekaliber naysilla mirdad aja kalah. Actingnya lebih bagus, lebih natural meski kadang ada yang masih banci kamera. Herannya banyak orang percaya kalo itu benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Benarkah? Saya sendiri tidak yakin kalo kejadian itu benar-benar ada. Menurut saya acara ini tak ubahnya seperti sinetron hanya saja dikemas dalam bentuk yang lain saja. Ada beberapa alasan :
1.Secara logika tidak mungkin produser mau merugi dengan menunggu seseorang dan mengutitnya tanpa kepastian. Resiko kerugian kalo ini benar-benar terjadi sangatlah besar.
2. Pengambilan gambar terkesan sudah diatur. Bandingkan dengan pengambilan gambar pada acara-acara berita. Beda kan? Untuk yang di reality show ini kamera dengan tepat dapat mengambil gambar dari si artis dadakan dalam berbagai adegan.
3. Ada pengarah geraknya alias sutradara. Jadi ya sama..layak shooting gitu.
4. Selalu ada adegan yang mellow banget, atau dramatis banget untuk mngaduk-aduk emosi penonton. Juga selalu tepat, maksud saya disini tim dikesankan selalu bias menemukan orang yang dicari walaupun kliennya sendiri sudah bertahun-tahun mencari tidak ketemu. Aneh bukan?
Beginilah TV Indonesia,…satu sukses yang lain ngekor. Tapi saya yakin, seperti halnya acara-acar reality show yang lain. Acara semacam ini akan mudah ditinggalkan penggemarnya karena jenuh.
Untuk stasiun TV swasta buatlah tontonan yang lebih bermutu, mendidik, dan menjadikan generasi Indonesia lebih  cerdas, bukan hanya menuntun masyarakat untuk menikmati tontonan yang hanya menghibur tetapi mengesampingkan  norma dan pendidikan yang baik di masyarakat.

To be continued…

Komentar»

1. gajah_pesing - Desember 6, 2008

saia paling suka “Andaikan Aku Menjadi”

2. nitrosoxyde - Desember 8, 2008

# Gajah :Betul saya juga,emang gaksemuanya jelekkok.Jika aku menjadi adalah salah satu reality show yang patutdi acungi jempol

3. Wongbagoes - Desember 8, 2008

Siaya ndaj suka liat lait sinetron…

4. alief - Desember 8, 2008

wah…., ternyata……………..

5. arifudin - Desember 8, 2008

aku suka filemnya james bond ho..ho :mrgreen:

6. ardhietechno - Desember 8, 2008

Wuih aq selalu ngikuti jew…

7. det - Desember 11, 2008

ndak suka semua deh, selalu dilebih2kan, ndak alami. termasuk bedah rumah itu:mrgreen:

8. Edi Psw - Desember 12, 2008

Sekarang ada lagi “Hari Yang Aneh”

nitrosoxyde - Desember 12, 2008

Wah, makin banyak aja. kasihan anak-anak kalo dicekokin hal-hal yang seperti itu. Oya, salam kenal pak edi.

9. Rudi B. Prakoso - Januari 10, 2009

Kenalkan saya Rudi B. Prakoso http://rudibprakoso.blogpspot.com seorang yang tinggal di kota di Jawa Timur Jember.
Menurut saya saat ini stasiun TV di Indonesia memang senang menjiplak tayangan – tayangan dari stasiun TV lain dari Indonersia ataupun dari luar negeri. Dan mereka tidak melihat apakah tayangan itu mendidik atau tidak pada masyarakat, dan menurut saya tayangan – tayangan tersebut ( reality show ) tersebut sangat tidak mendidik bahkan sangat membodohi masyarakat. Apalagi sinetron – sinetron mulai yang drama yang hanya nangis, marah, nangis marah, horor yang tidak ketemu horonya, humor yang kalau ditonton tidak pernah bikin ketawa tapi bikin ketawa sinis, atau sinetron reliji yang kelewat reliji sampai – sampai tidak menghiraukan kalau Indonesia adalah negara Bhineka Tunggal Eka.
Saya sebagai pemirsa sebagai orang yang menikmati TV merasa sangat jenuh, muak dengan tayangan – tayangan seperti itu.

Sebenarnya saya salut sama acara-acara tentang sosial budaya, flora, fauna, kuliner yang memperlihatkan betapa kaya Indonesia.

Apalagi salut dengan Bukan Empat Mata walaupun disitu banyak goyonan yang tidak wajar tapi disitu kita bisa melihat sisi lain dari berbagai karakter orang, mulai dari selebritis, politikus, orang biasa dan lain – lain.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: